Dewasa ini perkembangan teknologi semakin berkembang pesat, salah satunya perkembangan teknologi robot. Berbondong-bondong negara yang ada di dunia ini melakukan banyak riset dalam hal perkembangan teknologi robot. Seolah tak mau kalah negara-negara maju seperti Amerika Serika, Jepang, Korea Selatan dan China terus melakukan inovasi-inovasi terbaru dalam hal perancangan dan penggunaan teknologi tinggi dalam robot-robot yang mereka ciptakan.Inovasi-inovasi tersebut berkembang di segala bidang yakni otomatisasi industri, transportasi, pertanian, kelautan, aviasi, dan berbagai macam bidang yang lainnya.
Bukti dari perkembangan teknologi yang dibutuhkan sekarang hingga masa depan adalah robot. Manusia dahulu merakit robot yang mulanya berasal dari potongan kabel dan komponen-komponen tertentu. Dengan pola pikir manusia yang maju, potongan kabel dan komponen-komponen tersebut mampu dirangkai menjadi satu unit atau lebih robot yang berjalan manual maupun otomatis. Definisi manual disinia maksudnya adalah robot tak akan mampu bergerak atau berjalan jika tanpa adanya camput tangan manusia yang mengendalikannya, jadi sang robot butuh manusia agar dapat melakukan tugasnya. Lain halnya dengan yang dimaksud otomatis. dan definisi tomatis yang dimaksud disini adalah robot tersebut masih mampu melakukan tugasnya secara terorganisir/terprogram tanpa adanya campur tangan manusia yang mengontrolnya, tapi tentu saja si robot harus ditentukan tugasnya terlebih dahulu oleh sang pengendalinya dengan cara diprogram melalui software yang digunakan oleh robot tersebut.
Hingga sampai saat ini, indonesia telah menyumbangkan segudang prestasi di bidang robotika.Tak heran jika pada era ini robotika adalah salah satu subjek pembelajaran wajib di berbagai pendidikan. Di tingkat universitas sendiri sudah terlampau banyak prestasi yang ditorehkan dalam bidang robotik. baik itu robot darat, udara, maupun air. Mereka terus berjuang demi mendapatkan yang terbaik dan menjadi yang terdepan demi mengharumkan nama bangsa.
Telkom university mempunyai sejumlah organisasi yang mempunyai basis di bidang robotika, salah satunya APTRG. APTRG (Aeromodelling and Payload Telemetry Reserch Group) merupakan organisasi yang berbentuk lab riset berbasis robotika di bidang udara. Lab ini mempunyai tiga divisi yaitu :
- Mekanik
- Sistem
- Grand Control Station ( GCS )
APTRG (Aeromodelling and Payload Telemetry Reserch Group) juga banyak mengukir prestasi contohnya pada Oktober 2014, empat tim dari Tel-U menyabet juara pada tiap kategori yang dipertandingkan. Melalui tim riset APTRG (Aeromodelling and Payload Telemetry Reserch Group), Telkom University berhasil meraih juara :
- Juara 1 Kategori Umum Fixed Wing (Tim Ababil APTRG)
- Juara 2 Kategori Umum Rotary Wing (Tim Bahjan APTRG)
- Juara 1 Kategori Perguruan Tinggi Rotary Wing (Tim Bangau APTRG)
- Juara 3 Kategori Perguruan Tinggi Fixed Wing (Tim Pterodrone APTRG).
Para pesaingnyapun tak main-main, mereka berasal dari universitas-universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Lampung (Unila), STIMIK Teknokrat, Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan masih banyak lagi prestasi-prestasi dari APTRG Telkom University yang patut dibanggakan.

Komentar
Posting Komentar